Denpasar Liar

berselang dua tahun aku melampiaskan amarah
namun untuk mampu melupakanmu, sekalipun aku tak pernah

belum selesai segala upayaku untuk melupa
kini telah aku torehkan kembali sebuah luka

luka baru yang telah lama mengering

-----------------------------

sebuah jumpa yang tidak kuduga sebelumnya
sebuah senyum yang tidak kubayangkan sebelumnya
segenggam tangan menggelayut manja dalam lenganku
katamu aku telah berubah menjadi kaku

setengah botol Merlot kita dorong jauh menuju kerongkongan
pencair suasana kaku, beku
mukamu memerah dan mata menjadi sayu
kita terombang-ambing kehilangan pegangan
kehilangan harapan

udara kamar ini tidak lagi terasa dingin
semua terselimut dengan panas tubuh kita
nafsu yang membuncah setelah belasan tahun tak bertemu
gejolak dalam dada yang membentur satu sama lain
peluh kita menetes menjadi satu
air matamu mengalir deras menyatu dengan peluhmu
sekuat tenaga aku menghirup aroma tubuh dan rambutmu
berharap dapat menyimpannya dalam kepingan amigdalaku
bila aku merindukanmu aku akan pecahkan kepingan itu

jari-jari kita saling mengait berlomba menuju kepuasan fana
susah payah aku memahami lika liku lekuk tubuhmu
kau menjadi liar

aku menjadi tak sadarkan diri
seolah tak tahu diri
seolah lupa kau tak lagi sendiri

malam penghabisan katamu
aku yang habis kalau suamimu menemui kita
dalam keadaan liar seperti ini

Denpasar, sebuah kota dimana kita menjadi liar tak terkendali

2019


Comments

Popular Posts