Persimpangan


kita pernah bersama menjelajah
saling menelanjangi satu sama lain
dalam hiruk pikuk kota

bersama kita menjelajah ruang dan waktu
kita selalu suka terbius dalam pelukan satu sama lain
hingar bingar kota menjadi musik tenang bagi telinga kita

namun ketika kita menemukan sebuah persimpangan, langkahmu selalu bimbang
kakimu seperti terseret
pikiranmu seperti terserak
sedang aku masih berusaha mengunci rapat genggaman tanganmu

kita adalah penjelajah yang bingung
namun masih suka bersenda gurau terhadap duka nestapa

sampai akhirnya setiap bertemu persimpangan kau selalu memutuskan untuk berhenti
menjelajah jalan lain dengan pandanganmu
sampai akhirnya aku merasakan genggaman tanganmu mengendur, terlepas

dan aku mulai menyadari binar mata sayu mulai meredup darimu, langkahmu semakin goyah, berat
batas yang kau ciptakan mulai menebal

pada persimpangan jalan, aku tidak lagi mampu menemukan bahagiamu bersamaku
rumahku telah pergi

tidak ada yang menuntunku pulang


jangan cari kita lagi, 2019

Comments

Post a Comment

Popular Posts