Kita Tak Pernah Ada


kita pemuja alam semesta
kita pecinta Capella

dalam anganmu kau selalu memuja matahari
tetapi, masihkah kita memuja bulan yang pucat?

dalam racauanmu kau selalu percaya kita berada dalam semesta yang sama
dalam igauanmu kau selalu berbangga kita sedang menatap bintang yang sama
padahal kita dalam semesta yang berbeda, tanpa menyadari apakah kita bereksistensi dalam semesta yang kita kira kita hidup di dalamnya

mungkin kau di dalam semesta yang tak pernah kukenali dan kita tak pernah berjumpa satu sama lain
sebuah semesta bahkan kaupun tidak mengenaliku
sehingga ketika kau berucap "semesta pasti mendukung" aku tidak pernah ada di dalamnya, tidak pernah termasuk dalam bagiannya, tidak pernah ada dalam rancangannya

aku hanya sebuah gambaran masa lalumu
bukan imajinasi masa depanmu
bukan juga realitamu saat ini

apa yang membuat tawa kita menggema bersama?
apa yang membuat air mata kita menyatu dalam pipimu dari pipiku?

kepalaku adalah pertempuran yang tak ada habisnya
apakah kamu mendengarkanku?

mungkin saja kita tak pernah hidup
bahkan, kita tak pernah ada

mari kita melupakan, 2019

Comments

Popular Posts