Monolog Pintu Tertutup

tatap matamu menelanjangiku
lidah dan mulutmu mengiris telingaku

diruang ini aku tersiksa
tersiksa karena keberadaan selain keberadaanku
tersiksa karena kesadaran selain kesadaranku

kenapa kamu juga memiliki kesadaran?!
kesadaran yang menegasi kesadaranku

penghakimanmu yang memojokkanku
memaksaku memenuhi ekspetasimu

hentikan! jangan kau tatap aku!
aku sudah muak!

berhentilah menegasi kesadaranku!
jangan menidak kebebasanku!
berhenti kataku!

bedebah!
baik, aku juga akan menghakimimu!

kesadaranku menjadi nisbi!
aku ingin segera keluar!

tidak! jika aku keluar aku kalah!
membiarkanmu menang dengan pikiranmu yang salah!

mari, kita saling menyiksa
karena ini adalah neraka

nerakaku adalah kamu
dan nerakamu adalah aku

kita saling menidak satu sama lain
karena neraka, adalah orang lain


merangkum "Huis Clos, 1944" karya Sartre dari sudut pandang Garcin, orang yang selalu takut kesadaran dan kebebasannya ternegasi

Surabaya, 2019

Comments

  1. bolehlah saling share tulisan... bagaimana kalau mau share tulisanmu di sini?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts