Nietzsche dan Masyarakat Imajinasi

Mungkin lebih baik kita persempit dalam konsep Ubermensch. Tidak gampang menjelaskan maksud Nietzsche dengan ‘manusia atas’ tersebut. Dengan konsep ini, dia sedang berbicara dan berharap mengenai masa depan, dia meramal mengenai manusia masa depan. Untuk menjelaskan ini, kiranya kita bisa kembali kepada gagasan awal Nietzsche mengenai kebudayaan. Tujuan kebudayaan sesungguhnya adalah menghasilkan jenius-jenius yang memberi makna kepada kehidupan ini, menumbuhkan bunga yang paling indah dari kebudayaan itu. Kebudayaan yang menganjurkan sikap “tengah-tengah/rata-rata” hanya akan membasmi bakat-bakat dan mentotalisir para individu menjadi kawanan. Sebab itu, Nietzsche mengecam sikap “tengah-tengah/rata-rata.” Sebuah sikap tidak normal yang kelak mengacu pada kejahatan.

Nasionalisme, misalnya, adalah bentuk kebudayaan “rata-rata” dan Nietzsche menjulukinya ‘monster yang paling dingin dari segala monster.’ Negara nasional hanya menghasilkan kerumunan manusia atau massa. Meski demikian, bagi Nietzsche, bahwa massa yang bersikap “rata-rata” ini merupakan sebuah sarana untuk mencapai sebuah tujuan, yaitu berkembangnya jenis manusia yang lebih luhur, manusia-manusia atas. Jadi, tujuan kebudayaan bukanlah ‘kemanusiaan.’ Kemanusiaan hanyalah jembatan untuk mencapai tujuan, yaitu manusia atas.

Bisa dibayangkan sebuah kebudayaan yang berisi jenius-jenius dan pemikir. Bisa dibayangkan betapa berkembangnya kebudayaan yang dipenuhi para jenius dan pemikir. Ketika para manusia saling bersaing untuk saling melampaui namun dengan konsekuensi meninggalkan keimanan yang bagi Nietzsche menghambat pencapaian Ubermensch. Manusia yang berdiri diatas hukum dan moralitas.
Saya malah membayangkan sebuah konsep negara utopia (masyarakat khayalan) dimana kebudayaan menjadi jembatan mencapai Ubermensch, keteraturan moral namun naluri untuk menguasai masih kental. Sangat kontradiktif.
Akhirnya saya berkesimpulan Ubermensch tidak akan pernah tercapai. Dan mustahil ada pemikiran Nietzsche yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara "normal".

Comments

Popular Posts