Melesak




kau adalah imajinasiku yang tak pernah bertepi
tanganmu adalah tempat kau menggengam rinduku yang tak pernah berujung
dalam mata teduhmu aku pernah terjatuh terperosok didalamnya
sungging senyummu adalah bukit yang tak pernah habis aku daki

dalam sesak dadamu aku pernah melegakannya
dalam luka yang menganga diatas kulitmu aku pernah menyembuhkannya

sekarang...

rumah yang dulu hangat telah menjadi dingin
gelap, kosong, berdebu
imajinasiku telah berakhir, kubiarkan menjadi abu
aku tersadar dari khayalku, khayal tentang kita bersama selamanya
rindu itu telah terlepas dari genggaman tanganmu, mungkin kau sudah lelah menahannya
mata itu menjadi gersang dan aku takut berlama-lama didalamnya
dan aku...
tidak pernah sampai pada puncak bukit senyummu

kau adalah puisi yang tak pernah selesai aku baca

dari jauh aku mendengar Tuhan lirih berkata "kalian adalah sia-sia"




lirik Amigdala, 2018

Comments

Popular Posts